Category Archives: update

  • 0

Tak Sekadar Jalin Silaturrahim, Temu Alumni IQMA Menjadi Ajang Diskusi

Category : Alumni , BERITA TERKINI , update

Iqmauinsa.com – IQMA UINSA menggelar acara Haul KH. Chisnullah (pendiri IQMA) dan Temu Alumni pada Minggu, 10 Desember 2017. Para alumni dari berbagai angkatan hadir memenuhi ruang SAC lt 3 UIN Sunan Ampel Surabaya. Dalam acara tersebut turut hadir istri KH. Chisullah, ibu Nyai Hj. Tamaroh beserta putrinya, Ning Fikri. Acara tersebut diselenggarakan dalam rangka mengenang sejarah serta  jasa pendiri dan alumni yang telah berjuang untuk IQMA.

Opening ceremony dilaksanakan pada pukul 08.00. Acara dibuka oleh Ainul Yaqin selaku ketua umum IQMA 2017. Dilanjutkan dengan acara istighosah bersama untuk mendoakan para pendiri, alumni serta IQMA kedepannya.

Temu alumni menjadi ajang silaturahim dan ajang kebersamaan sehingga dapat menampung ide dan masukan melalui sharing terkait bidang-bidang yang ada di IQMA. Sharing ke-IQMA-an yang dipimpin oleh masing-masing pengurus bidang  ini memberikan kesempatan kepada para pengurus dan anggota bidang untuk menggali informasi, mencari solusi, dan masukan demi kemajuan bidangnya. Ainul Yaqin dalam sambutannya mengatakan bahwa acara ini merupakan tempat kita berdiskusi dengan alumni. “Kita gunakan kesempatan ini sebaik mungkin dengan bertanya terkait masalah-masalah yang kita temui di organisasi IQMA ini,” tuturnya.

Selain sharing ke-IQMA-an, diadakan pula ILC (IQMA Lesehan Club) yang merupakan ajang diskusi antara alumni, pengurus serta anggota IQMA secara keseluruhan. Dipandu presenter yang juga merupakan alumni bidang MC, Putri Chumairoh, acara ILC berlangsung dengan lancar. Putri memberikan tema miskomunikasi pada diskusi tersebut, sehingga anggota maupun pengurus dapat bertanya seputar permasalahan-permasalahan yang terjadi di IQMA. Pertanyaan tersebut nantinya akan dijawab oleh para alumni yang hadir.

Tidak hanya itu, disela-sela acara juga diselipkan penampilan dari masing-masing bidang. Penampilan bidang MC, dakwah, sholawat, tilawah, dan juga pameran kaligrafi ikut menyemarakkan haul dan temu alumni ini. Turut memeriahkan pula penampilan banjari dari para alumni IQMA.

Kegiatan foto dan makan bersama menjadi penghujung acara Haul KH. Chisnullah dan temu alumni tahun ini. “Kita berharap bahwa pertemuan seperti ini bisa secara rutin dilakukan agar IQMA bisa menjadi lebih baik dan lebih baik lagi kedepannya”, tutur salah satu pengurus yang hadir. (lit)


  • 0

Asah Bakat Anggota melalui Muhadlarah Akbar

Category : BERITA TERKINI , update

Iqmauinsa.com – Potensi dan bakat anggota IQMA merupakan sorotan yang penting untuk dikembangkan dan diberdayakan sedini mungkin. Mendukung hal tersebut, DP2K (Departemen Pembinaan dan Pemberdayaan Kader) menggelar acara Muhadlarah Akbar, sebuah ajang pencarian bakat anggota IQMA yang ditujukan untuk lima bidang yang ada. Rangkaian acara yang berlangsung pada tanggal 25 November 2017 ini dilaksanakan di masjid raya Ulul Albab UIN Sunan Ampel Surabaya dan diikuti oleh 170 peserta dari anggota IQMA angkatan 2016 dan 2017.

Selain sebagai ajang pencarian bakat, muhadlarah akbar ini juga bertujuan untuk mengevaluasi hasil rutinitas dan bimsus selama satu semester terakhir, serta sebagai persiapan mental bagi anggota sebelum kompetisi diluar IQMA. Dewi Sakinah selaku koordinator DP2K menuturkan, “Saya ingin dengan adanya muhadlarah akbar ini, bakat para anggota IQMA dapat terlihat, potensi yang dimiliki lebih terasah, dan lebih berani tampil didepan umum”. Ia juga menambahkan bahwa persiapan terkait konsep dan tema telah disiapkan sebulan sebelum acara berlansung.

Berbeda dengan semester lalu, muhadlarah akbar kali ini memiliki konsep yang baru. Setiap kelompok yang terbentuk, terdiri dari perpaduan semua bidang yang ada di IQMA dan mendapatkan tema yang berbeda. Dimulai pada pukul 09.00 sampai 22.00, acara ini dihadiri oleh peserta yang datang silih berganti. Eva Ainul Lutfiah mahasiswi fakultas Dakwah yang juga merupakan anggota IQMA 2017 mengaku bahwa acara muhadlarah akbar kali ini sepi dan kurang semarak. “Acara seperti ini sangat bagus, tetapi penontonnya sepi dan terkesan krik-krik. Seharusnya peserta yang sudah tampil tidak diperbolehkan pulang untuk lebih menyemarakkan acara,” tuturnya.

Selain kendala peserta, kendala lain yang muncul adalah terbatasnya panitia dan juga molornya acara. Tetapi secara umum, kegiatan berjalan dengan lancar. “Saya lihat acara berjalan cukup lancar, meskipun ada beberapa kendala seperti sound yang kurang enak dan terlalu molornya acara,” tutur Ami selaku juri yang juga merupakan alumni IQMA. (lit)

Berikut kami cantumkan para jawara dari masing-masing bidang

Bidang Tilawah

Terbaik 1         : M. Fahmi Alawy

Terbaik 2         : Sri Indah Mulyani

Terbaik 3         : Puji Ayu

Bidang Dakwah

Terbaik 1         : Eva Ainul

Terbaik 2         : Faiq Farodis

Terbaik 3         : Niatus Shofa

Bidang Shalawat

Vocal Terbaik 1: M. Akhsin Sakho’

Vocal Terbaik 2: Laila Wahibah

Vocal Terbaik 3: Maulid

Penerbang Terbaik 1 : M. Syuqron

Penerbang Terbaik 2 : M. Wildan

Penerbang Terbaik 3 : Gilang Rayandha

Bidang MC

Terbaik 1         : Nurul Fitriani

Terbaik 2         : Linda Ayu K.

Terbaik 3         : Nunnah Astutik

Bidang Kaligrafi

Terbaik 1         : Masagus Syaifullah

Terbaik 2         : M. Hafidz Fitroh

Terbaik 3         : Muhammad Rois


  • 0

Lakukan Studi Banding, Dakwah IQMA Kunjungi Kudaireng Jombang

Category : BERITA TERKINI , Dakwah , update

Iqmauinsa.com – Kudaireng (Kumpulan Da’i Tebuireng) Jombang menjadi sasaran kunjungan bidang Dakwah IQMA UINSA, Sabtu 18 November 2017. Kunjungan itu dipimpin langsung oleh Tofan Alfino selaku koordinator bidang dakwah. Kedatangan anggota IQMA disambut baik oleh para pengurus Kudaireng. Tofan mengungkapkan bahwa kunjungan tersebut adalah dalam rangka studi banding antara anggota bidang dakwah dengan kudaireng terkait ilmu berdakwah dan teknik retorika yang baik sehingga bisa menjadi da’i-da’iyah yang profesional.

Kegiatan dengan tema Menambah Cakrawala Wawasan Bidang Dakwah Yang Bertajuk Ukhuwah itu diikuti oleh sekitar 37 peserta dari anggota IQMA. Tofan mengakui, dakwah IQMA memilih Kudaireng menjadi tujuan studi banding mereka karena kudaireng merupakan komunitas da’i-da’iyah yang sudah terkenal di Indonesia dan sering masuk televisi, sehingga bidang dakwah sering menjadikan kudaireng sebagai acuan mereka dalam gaya beretorika. Studi ini sekaligus menjadi ajang silaturahim antara IQMA dan Kudaireng untuk lebih mempererat persaudaraan.

Kegiatan yang berlangsung selama 3 jam tersebut diisi dengan pemaparan tentang materi IQMA dan juga materi dari Kudaireng yang kemudian dilanjutkan dengan sesi Tanya jawab. Pada akhir acara ditutup dengan penampilan da’i dari kedua pihak. Acara berlangsung dengan lancar dan para peserta cukup antusias dalam mengikuti studi banding. Hal ini disampaikan oleh Tofan saat ditanya oleh tim redaksi. “Peserta nampak antusias mengikuti kegiatan studi banding. Saya sangat berharap agar ilmu yang didapat hari ini dapat menambah wawasan anggota IQMA, khususnya bidang dakwah dalam meningkatkan kualitas diri untuk berdakwah,” tuturnya.

Setelah dilakukan studi banding, rombongan IQMA tersebut menyempatkan diri untuk berziarah ke makam KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan kemudian mampir ke rumah salah satu anggota bidang dakwah, Fatimatuz Zahro di Peterongan. (lit)


  • 0

Studi Lapangan Harapkan Dapat Kembangkan Skill Anggota Bidang MC

Category : BERITA TERKINI , MC , update

Iqmauinsa.com – Kamis (16/11) MC IQMA mengadakan studi lapangan ke Radio Kampus Sufada bertempat di gedung Sport Center UIN Sunan Ampel Surabaya. Ini merupakan salah satu program kerja bidang MC untuk mengembangkan skill anggotanya. Tidak hanya belajar MC formal saja, bidang MC berusaha mengenalkan pengetahuan lain terkait public speaking kepada para anggota, seperti teknik menjadi presenter, news anchor (pembawa berita), hingga announcer (penyiar radio).

Radio Kampus Sufada merupakan radio kampus UIN Sunan Ampel Surabaya yang akan on air pada bulan Desember mendatang. Studi lapangan yang berlangsung selama dua jam itu diikuti oleh 20 anggota dari IQMA. Acara dibuka oleh crew Radio Kampus Sufada dan menjelaskan tentang seluk beluk Radio sebagai informasi yang cepat dan visioner. Tutur salah satu crew Radio Sufada, “Radio merupakan salah satu media yang memberikan informasi dengan cepat. Sebagai media yang berusaha memberikan nuansa akrab dan hangat bagi para pendengarnya, membuat nilai-nilai dakwah dapat diterima dengan mudah oleh para pendengar.” Selain seputar radio, crew dari Sufada juga menjelaskan tentang teknik menjadi announcer, pengolaan, dan program-program yang ada pada radio kampus sufada ini. “Sesuai jargon kami, For young moslem generation, kami berusaha memberikan infomasi yang modern dan islami,” tambah salah satu crew yang lain.

Rafika selaku koor bidang MC mengungkapkan kunjungan ke Radio Sufada ini berguna agar anggota MC dapat memahami dunia announcer sebagai bagian dari pengembangan di bidang MC itu sendiri. Anggota IQMA juga diberi kesempatan untuk mencoba menjadi announcer di studio Radio Kampus Sufada. Salah satu peserta yang turut dalam studi lapangan tersebut mengaku mendapat banyak ilmu dari kegiatan ini. “ Saya senang bisa diberi kesempatan untuk belajar langsung di studio radio kampus sufada ini. Saya mendapat banyak ilmu dan juga pengalaman untuk mencoba menjadi announcer secara langsung. Semoga ini dapat bermanfaat bagi saya dan teman-teman IQMA lainnya,” ucapnya. (lit)


  • 0

MC IQMA Juara Umum Ajang Berani Berbicara di Radio Suara Sidoarjo

Category : BERITA TERKINI , MC , update

Iqmauinsa.com – Sabtu (11/11) merupakan pengumuman finalis ajang Berani Berbicara di Radio Suara Sidoarjo yang diadakan di Lippo Plaza Sidoarjo. IQMA kembali mengungkapkan rasa bangga atas keberhasilan yang diraih para anggotanya. Kali ini, kabar gembira berasal dari bidang MC yang berhasil menyabet juara umum dengan membawa pulang piala Bupati Sidoarjo pada ajang tersebut. Acara yang digelar oleh Radio Suara Sidoarjo 100,9 fm ini merupakan acara tahunan dalam rangka memperingati Hari Palawan 10 November.

Kompetisi yang diikuti sekitar 190 peserta tersebut telah berlangsung selama 4 hari mulai tanggal 6 – 9 November 2017, setelah sebelumnya diadakan TM dan workshop oleh pihak penyelenggara tentang public speaking yang berlangsung pada tanggal 5 November 2017 lalu.  Terdapat tiga kategori lomba, yakni kategori SMP, SMA, dan Umum yang dapat diikuti oleh peserta dari berbagai daerah. Kontingen IQMA UINSA mendelegasikan 17 orang untuk mengikuti tahap audisi. Lima dari mereka berhasil menjadi finalis dan maju ke babak selanjutnya.

Arinda Emy Muhtyani berhasil menyabet juara 1 dalam ajang tersebut. Mahasiswa Pendidikan Matematika semester 3 itu berhasil menyisihkan 9 finalis lain dalam penampilannya didepan dewan juri. Selain Arinda, Amanda yang juga merupakan anggota MC IQMA 2017 berhasil menyabet juara ketiga. Dari keberhasilan mereka, akhirnya kontingen IQMA keluar sebagai juara umum dan membawa pulang piala Bupati Sidoarjo.

Mengenai persiapan, Rafika selaku koord bidang MC menyampaikan persiapan kontingen IQMA sudah dimulai sejak dua minggu sebelum lomba berlangsung. “Persiapan sudah kami lakukan dua minggu sebelum lomba dimulai. Kita telah membentuk grup mentoring untuk mewadahi anggota IQMA yang ingin belajar dan mengikuti berbagai kompetisi terkait MC dan public speaking. Beberapa alumni pun kita libatkan untuk membantu proses mentoring. Bahkan dua hari sebelum lomba berlangsung, kita sempat mendatangkan mbak Fitri Arianti yang merupakan announcer RRI,” paparnya.

Rafika mengaku senang karena prestasi kali ini merupakan hasil kerja keras dari para anggota IQMA yang sebelumnya sudah mengikuti berbagai lomba tetapi belum mendapat juara. Ia berharap agar bidang MC semakin lebih bersemangat untuk menjadi lebih baik kedepannya. “Semoga MC IQMA semakin bersemangat untuk berdedikasi dan berprestasi untuk mengharumkan nama IQMA,” Tuturnya.(lit)


  • 0

Asosiasi Mahasiswa Seni Islami (AMSI) Nusantara Siap Melaksanakan Muktamar dan Kemah AMSI Nusantara 2018

Iqmauinsa.com – Dilansir dari laman http://hiqma.uinjkt.ac.id

Selamat dan sukses! Kiranya itu adalah ucapan yang pantas diberikan kepada para mahasiswa yang bergerak pada bidang wawasan Alquran dan seni islami nusantara, atas disepakati dan dideklarasikan AMSI (Asosiasi Mahasiswa Seni Islami) Nusantara.

Hadir dalam acara tersebut, HIQMA UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UPTQ UIN Sunan Gunung Djati Bandung, UPTQ UIN Sunan Maulana Hasanudin Banten, HIQMA UIN Raden Intan Lampung, HTQ IAIN Syekh Nurjati Cirebon, UPTQ IAIN Pekalongan, JQH Asy-Syauq IAIN Kudus, UKM Ihfadz Univ. Trunojoyo Madura, JQH ElFahsya ElFebis UIN Walisongo Semarang, JQH AlMizan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, IQMA UIN Sunan Ampel Surabaya, UPTQ UIN Sunan Ampel Surabaya, dan SR UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, kemudian MPQ Univ. Muhammadiyah Surakarta, JQH IAIN Samarinda, dan ASC (Alquran Study Club) Univ. Malang.

AMSI (Asosiasi Mahasiswa Seni Islami) Nusantara, akhirnya dapat dideklarasikan di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Rabu, 1 November 2017, pukul 13.00 WIB. Pada piagam deklarasi, 13 organisasi wawasan Alquran dan seni islami nusantara dari 12 perguruan tinggi secara penuh menyepakati dan menandatanganinya, kecuali MPQ UMS, JQH IAIN Samarinda, dan ASC UM, karena mereka meminta waktu untuk memusyawarahkan bersama organisasinya masing-masing.

Selain deklarasi, acara yang diagendakan dalam acara FSQ (Festival Seni Qurani) 2017 JQH AlMizan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ini, juga sebagai wadah silaturahmi. Dilaksanakan sejak Selasa malam, 31 Oktober 2017 sampai Rabu subuh, 1 Oktober 2017. Oleh tim perumus, menyusun AD/ART organisasi, dan beberapa kelengkapan organisasi seperti logo dan stempel.

Syahdan, pada pukul 10.00 WIB dimulai acara silaturahmi AMSI Nusantara dengan saling perkenalan dan pembahasan mewujudkan AMSI Nusantara yang lebih resmi dan legal.

Untuk mewujudkan AMSI Nusantara yang legal dan resmi, direncanakan untuk menyelenggarakan Muktamar Nasional Perdana dan Kemah AMSI Nusantara pada tahun 2018 mendatang.  Agenda tersebut direncanakan untuk diselenggarakan di Jakarta atau Semarang atau Kudus, menunggu kesiapan calon tuan rumah, dan pada pertengahan semester kedua tahun 2018.

Cita-cita mulia pendirian wadah silaturahmi mahasiswa Alquran dan seni islami ini sebenarnya sudah ada sejak awal tahun 90an, kemudian berlanjut pada 99-an pada acara Safari Haflah yang diadakan oleh HIQMA UIN Jakarta dengan mengunjungi kampus-kampus sekitar pulau Jawa, namun melihat organisasi sejawat baru berdiri, maka semuanya berfokus pada memapankan organisasinya masing-masing. Saat 2007 dan 2010, saat organisasi-organisasi sejawat ini sudah mulai mapan, diusung kembali isu organisasi nasional ini. Tercetuslah nama AMSI Nusantara, namun belum bisa legal karena kelengkapan organisasi belum ada. Barulah 2016 saat perkumpulan dan silaturahmi di Semarang dan Bandung, terbentuklah pengurus dengan Muhammad Rofiqul Umam (Purna Ketua II IQMA UINSA Surabaya) sebagai Ketua, Ehsan Hidayat (Purna Ketua JQH El Fahsya UIN Walsong Semarang) sebagai Sekretaris dan Abdul Kosim Nurseha sebagai bendahara dengan pembagian tugas-tugas tertentu untuk para Ketua yang lain.

Tindak lanjut dari pertemuan itu adalah sekarang, 2017 diadakan kembali pertemuan AMSI Nusantara, dan alhamdulillah mampu tercapai target2 yang ada. Selain itu juga Muhammad Rofiqul Umam menyerahkan kepemimpinan kepada Dede Tarlan (Ketua UPTQ UIN SGD Bandung) sebagai Ketua dan Zukarnaen Lana S. (Ketua HIQMA UIN Syahid Jakarta) sebagai Sekretaris, serta beberapa Ketua yang ditugasi sebagai koordinator di 6 (enam) wilayah, yaitu Sumatra, Jawa bagian Barat, Jawab bagian tengah, Jawa bagian timur dan Bali, Sulawesi dan Kalantan, serta Indonesia bagian timur.

Tarlan menuturkan, semoga AMSI Nusantara ini bisa menjadi wadah silaturahmi dan saling berbagi untuk mahasiswa wawasan Alquran dan seni islami nusantara. Selain itu, hidupnya organisasi adalah karena adanya kegiatan, untuk itu semoga AMSI dapat mempunyai agenda pertemuan setahun sekali, seperti muktamar dan kemah AMSI. Inilah yang bisa kita komitmenkan untuk masa-masa pendirian AMSI Nusantara ini, selain Pengurus juga akan mengusahakan akan kepada apa AMSI Nusantara ini bernaung. semoga istikamah.


  • 0

UINSA Sabet Juara Umum Festival Seni Qur’ani Nasional 2017

Para Jawara Kontingen UINSA

Iqmauinsa.com – Berbagai universitas di Indonesia berkompetisi untuk menjadi yang terbaik di ajang Festival Seni Qur’ani Nasional 2017. Event tahunan yang diselenggarakan di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ini merupakan event dalam rangka memperingati semarak miladiyah UKM JQH al-Mizan yang ke –  19, serta merupakan ajang silaturrahim antar mahasiswa seni Islam nusantara.

UINSA kembali membawa kabar baik dengan meraih Juara Umum pada kompetisi yang digelar pada tanggal 31 Oktober 2017 tersebut. Terdapat 5 kategori perlombaan, yaitu MHQ (Musabaqoh Hifdzil Qur’an), MSQ (Musabaqah Syarhil Qur’an), MKQ (Musabaqoh Khattil Qur’an), MTQ (Musabaqoh Tilawatil Qur’an), dan MQK (Musabaqoh Qiro’atil Kutub ). IQMA mengirimkan perwakilannya yang terdiri dari MTQ, MKQ, dan MSQ. Hadir pula UPTQ yang  mewakili UINSA pada lomba kategori MHQ dan MQK.

Pada lomba MSQ, IQMA yang diwakili oleh Ida Mazida, Ida Zuhairina, dan Ustadzah  berhasil menyabet juara 2. IQMA juga berhasil meraih juara ke 2 pada kategori lomba MTQ yang diwakili oleh Alfi Nur Dina, Azza Agustina, Edmu Yulfizar, dan M. Lutfi Ainul Izzi. Kategori perlombaan MTQ ini adalah lomba yang dikemas dalam bentuk grup dengan pembacaan tilawah secara bersama-sama. Selain IQMA, UPTQ yang juga perwakilan dari UINSA berhasil menyabet Juara 3 Kategori MQK, Juara 1 Kategori MHQ 10 Juz, dan Juara harapan 1 kategori MHQ 5 Juz.

Dengan keberhasilan para anggota IQMA dan UPTQ menyabet berbagai juara pada setiap kategori lomba, tahun ini UINSA keluar sebagai juara umum dalam Festival Seni Qur’ani 2017 di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Para perwakilan UINSA ini mengaku bahwa kemenangan ini juga merupakan berkat dukungan dari berbagai pihak. “ Kami berterima kasih sekali kepada semua pihak yang telah membantu keberhasilan UINSA dan IQMA khususnya, baik bantuan berupa materiil maupun doa yang diijabah oleh Allah. Harapan saya, semoga setelah mengikuti acara ini, IQMA dapat selalu meningkatkan kualitasnya, dimanapun dan kapanpun”, ujar M. Ainul Yaqin selaku ketua umum IQMA.

 

 


  • 0

RIHLAH TA’ABUDIYAH, kenalkan IQMA di Alam Terbuka

Category : BERITA TERKINI , update

Iqmauinsa.com– Semangat menumbuhkan generasi qur’ani mengharuskan IQMA berusaha membuat program – program yang mengarah pada moto IQMA tersebut, salah satunya adalah dengan mengadakan Rihlah Ta’abudiyah IQMA 2017. Masih merupakan kelanjutan dari MOCA, Rihlah yang bertema Meningkatkan Solidaritas, Membangun Karakter Qur’ani, menuju Generasi Berkemajuan ini bertujuan untuk  membekali calon anggota baru tentang lima bidang yang ada IQMA.

Rihlah diadakan pada tanggal 20 – 22 Oktober 2017 di bumi perkemahan MAHANAIM Prigen Pasuruan. Acara tersebut diawali dengan opening ceremony dan kontrak forum di aula bumi perkemahan.  Berbagai kegiatan dilaksanakan mulai dari materi ke-iqmaan, konsolidasi bidang, senam vocal, jelajah malam, inagurasi, outbond, dan juga pembaiatan anggota IQMA 2017. Rihlah ini merupakan diklat outdoor setelah dua minggu yang lalu calon anggota mengikuti diklat indoor (MOCA). “Kegiatan yang dilaksanakan di alam terbuka tersebut membuat kita semua menyatu dengan alam, nyaman, dan memberi kesan orientasi yang menyenangkan, fresh, dan tidak membosankan,” Ujar Tofan selaku ketua Acara Rihlah 2017.

Kegiatan yang diikuti oleh 381 peserta tersebut berlangsung cukup lancar. Peserta cukup antusias dalam mengikuti rangkaian kegiatan rihlah kali ini. Maftuch Hanan, salah satu peserta rihlah dari bidang sholawat mengaku senang mengikuti kegiatan rihlah dari awal sampai akhir. “Dari awal sampai akhir saya merasa senang mengikuti rihlah disini, banyak ilmu yang saya peroleh. Cuma satu, saat prosesi pembaiatan saya capek sekali menunggu berjam-jam di lapangan,” ujarnya. Pembaiatan IQMA berlangsung setelah kegiatan jelajah malam pada pukul 03.25 WIB. Jumlah peserta yang cukup banyak ini menyebabkan peserta menunggu giliran untuk jelajah malam, sehingga untuk melakukan prosesi pembaiatan, peserta harus menunggu peserta yang lain kembali dari jelajah malam.

Pada akhir acara juga diadakan pemilihan pak RT dan bu RT IQMA angkatan 2017. Terpilih M. Fahmi Alawy mahasiswa PAI semester 3 sebagai pak RT, dan Alma’atus Fahyuni mahasiswi PAUD semester 1 sebagai bu RT. “Pemilihan tersebut bertujuan untuk mempermudah komunikasi antar anggota IQMA angkatan 2017, sehingga informasi dan silaturahim selalu berjalan baik,” ucap salah satu SC Morih 2017.

“Saya sangat senang karena Rihlah tahun ini peserta banyak dan berjalan cukup lancar. Semoga Rihlah nantinya semakin lebih baik dan lebih baik lagi. Saya mengucapkan selamat datang kepada anggota baru IQMA 2017. Semoga selalu istiqomah dalam belajar dan senantiasa meningkatkan kualitas yang dimiliki,” jelas ketua umum IQMA, M. Ainul Yaqin. (lit)


  • 0

Dakwah IQMA, Torehkan Prestasi Kancah Nasional

Category : BERITA TERKINI , Dakwah , update

Iqmauinsa.com-IQMA semakin hari semakin menunjukkan eksistensinya di masyarakat. Prestasi demi prestasi pun kian  ditorehkan oleh para anggota IQMA UINSA. Kali ini, kabar baik datang dari bidang dakwah IQMA yang berhasil menjadi juara harapan tiga di ajang ADAMI (Audisi Da’i Muda Indonesia) yang diadakan oleh MADANI (Majelis Dakwah dan Pendidikan Islam) di Pondok Pesantren Darul Rohman Jakarta Selatan pada tanggal 22 Oktober 2017. Acara ini merupakan kompetisi perdana yang diadakan oleh MADANI dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional.

Diana Nur Aini, Mahasiswa semester III Fakultas Dakwah kelahiran Gresik 4 Juli 1998 ini berhasil lolos setelah melalui tahap seleksi upload di youtube. Dia berhasil lolos dari sekitar 700 peserta seluruh Indonesia dan terpilih menjadi 10 peserta nominasi teratas. nominator terpilih adalah peserta terbaik dengan kriteria penilaian dewan juri (90%) dan like youtube terbanyak (10%) oleh dewan juri.

Mahasiswa yang sekaligus anggota IQMA ini sudah melakukan banyak persiapan baik dari segi materi, mental, fisik maupun doa dari orang tua serta orangg-orang sekitar. Tentunya segi materi dan mental sangat dibutuhkan untuk memberikan performance yang maksimal dan adanya doa merupakan bentuk dari ikhtiar spiritual yang dilakukannya. Baginya, mengikuti kompetisi ini adalah kesempatan untuk menambah pengalaman dan belajar banyak hal. Tidak hanya belajar retorika di ruangan saja, tetapi menambah pengalaman untuk sering tampil didepan umum.

“Menjadi muballighah yang baik, serta membanggakan orang tua, guru, dan teman-teman adalah motivasi saya mengikuti acara ini. Selain itu, Cita-cita pertama masuk dan menjadi anggota IQMA adalah memberikan sumbangsih berupa penghargaan yang saya peroleh untuk IQMA. Kuncinya adalah tidak pernah menyerah dalam setiap kegagalan, karena setiap kegagalan bukan berarti kalah dan kemudian berhenti, tetapi motivasi untuk terus belajar. Karena Allah akan memberikan yang terbaik ditempat yang terbaik pula. Pasti ada jalan bagi mereka yang  tidak mudah puas, istiqomah, dan memiliki tekad yang kuat,” jelasnya saat ditanya oleh tim redaksi.(lit)

 


  • 0

Semarak MOCA IQMA 2017

Category : BERITA TERKINI , update

Iqmauinsa.com-Sabtu (07/10) – Minggu (08/10) IQMA mengadakan diklat indoor yang biasa disebut dengan MOCA (Masa Orientasi Calon Anggota). Diklat yang dilaksanakan di Gedung SAC (Self Acces Centre) UINSA bertujuan untuk mengenalkan IQMA kepada calon anggota tentang organisasi ke-IQMA-an, pengurus harian, badan otonom, departemen maupun pengurus lima bidang. Pelaksanaan kegiatan hari pertama (7/10) berlangsung mulai pukul 07.00 WIB hingga pukul 17.25 WIB. Salah satu pemateri merupakan qori internasional yakni Ustadz Zulfikar yang mengisi materi tilawah. Diklat semakin meriah ketika istri dan anak Ustadz Zulfikar hadir dibelakangnya, Veve Zulfikar yang turut menemani.

Selain bidang tilawah, selama dua hari bidang-bidang lain di IQMA juga mendatangkan narasumber yang kompeten, seperti Bunda Nur Cita Qomariyah, pemateri bidang MC dan Presenter, Ustadz Fauzi sebagai pemateri bidang dakwah, abang Muhammad Fauzi Idris sebagai pemateri bidang kaligrafi, dan Ustadz Rijal Musabbah sebagai pemateri bidang shalawat. Tidak hanya materi terkait bidang-bidang di IQMA yang diberikan, tetapi para pengurus dan anggota IQMA juga turut memeriahkan  dengan membawakan penampilan dari bidangnya masing-masing.

Pada hari kedua (8/10), kegiatan MOCA IQMA kembali lebih semarak dengan penampilan Syarhil Qur’an. Para calon anggota IQMA dan panitia penuh dengan semangat yang sangat luar biasa. Apalagi ketika memasuki materi motivasi yang langsung di sampaikan oleh Ustadz Thohir dengan pesan motivasinya, “discovery, dream, and desain”.

Penampilan lain datang dari bidang sholawat yakni grup Al-Banjari dan grup rebana para alumni IQMA. Selain itu,pada kesempatan diklat ini juga melaunching aplikasi IQMA yang bisa diunduh di play store. Seiring waktu yang berjalan para calon anggota baru IQMA mengikuti pemantapan materi bidang-bidang mulai dari bidang MC, kaligrafi, sholawat, tilawah, dan dakwah, mereka dibimbing dan dikenalkan lebih detail mengenai bidang-bidang tersebut.

Setelah sholat Dzuhur para anggota IQMA menampilkan persembahan inagurasi dari tiap-tiap kelompok. Dilanjut dengan acara penutupan dimana petugasnya berasal dari calon anggota IQMA yang baru sebagai hasil dari Diklat.

Materi yang diberikan pada kegiatan MOCA bertujuan sebagai langkah awal pengenalan anggota baru terhadap beberapa bidang yang ada di IQMA beserta keorganisasiannya. Peserta diajarkan untuk tidak hanya sekadar mengenal dan mengerti, namun memahami IQMA yang nanti follow up-nya dilakukan pada diklat outdoor atau biasa disebut dengan rihlah, kemudian rutinitas dan Bimbingan Khusus (Bimsus). Para kader IQMA dibimbing menuju insan yang qur’ani dengan mengembang seni dalam Alquran itu sendiri.