Asosiasi Mahasiswa Seni Islami (AMSI) Nusantara Siap Melaksanakan Muktamar dan Kemah AMSI Nusantara 2018

  • 0

Asosiasi Mahasiswa Seni Islami (AMSI) Nusantara Siap Melaksanakan Muktamar dan Kemah AMSI Nusantara 2018

Iqmauinsa.com – Dilansir dari laman http://hiqma.uinjkt.ac.id

Selamat dan sukses! Kiranya itu adalah ucapan yang pantas diberikan kepada para mahasiswa yang bergerak pada bidang wawasan Alquran dan seni islami nusantara, atas disepakati dan dideklarasikan AMSI (Asosiasi Mahasiswa Seni Islami) Nusantara.

Hadir dalam acara tersebut, HIQMA UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UPTQ UIN Sunan Gunung Djati Bandung, UPTQ UIN Sunan Maulana Hasanudin Banten, HIQMA UIN Raden Intan Lampung, HTQ IAIN Syekh Nurjati Cirebon, UPTQ IAIN Pekalongan, JQH Asy-Syauq IAIN Kudus, UKM Ihfadz Univ. Trunojoyo Madura, JQH ElFahsya ElFebis UIN Walisongo Semarang, JQH AlMizan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, IQMA UIN Sunan Ampel Surabaya, UPTQ UIN Sunan Ampel Surabaya, dan SR UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, kemudian MPQ Univ. Muhammadiyah Surakarta, JQH IAIN Samarinda, dan ASC (Alquran Study Club) Univ. Malang.

AMSI (Asosiasi Mahasiswa Seni Islami) Nusantara, akhirnya dapat dideklarasikan di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Rabu, 1 November 2017, pukul 13.00 WIB. Pada piagam deklarasi, 13 organisasi wawasan Alquran dan seni islami nusantara dari 12 perguruan tinggi secara penuh menyepakati dan menandatanganinya, kecuali MPQ UMS, JQH IAIN Samarinda, dan ASC UM, karena mereka meminta waktu untuk memusyawarahkan bersama organisasinya masing-masing.

Selain deklarasi, acara yang diagendakan dalam acara FSQ (Festival Seni Qurani) 2017 JQH AlMizan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ini, juga sebagai wadah silaturahmi. Dilaksanakan sejak Selasa malam, 31 Oktober 2017 sampai Rabu subuh, 1 Oktober 2017. Oleh tim perumus, menyusun AD/ART organisasi, dan beberapa kelengkapan organisasi seperti logo dan stempel.

Syahdan, pada pukul 10.00 WIB dimulai acara silaturahmi AMSI Nusantara dengan saling perkenalan dan pembahasan mewujudkan AMSI Nusantara yang lebih resmi dan legal.

Untuk mewujudkan AMSI Nusantara yang legal dan resmi, direncanakan untuk menyelenggarakan Muktamar Nasional Perdana dan Kemah AMSI Nusantara pada tahun 2018 mendatang.  Agenda tersebut direncanakan untuk diselenggarakan di Jakarta atau Semarang atau Kudus, menunggu kesiapan calon tuan rumah, dan pada pertengahan semester kedua tahun 2018.

Cita-cita mulia pendirian wadah silaturahmi mahasiswa Alquran dan seni islami ini sebenarnya sudah ada sejak awal tahun 90an, kemudian berlanjut pada 99-an pada acara Safari Haflah yang diadakan oleh HIQMA UIN Jakarta dengan mengunjungi kampus-kampus sekitar pulau Jawa, namun melihat organisasi sejawat baru berdiri, maka semuanya berfokus pada memapankan organisasinya masing-masing. Saat 2007 dan 2010, saat organisasi-organisasi sejawat ini sudah mulai mapan, diusung kembali isu organisasi nasional ini. Tercetuslah nama AMSI Nusantara, namun belum bisa legal karena kelengkapan organisasi belum ada. Barulah 2016 saat perkumpulan dan silaturahmi di Semarang dan Bandung, terbentuklah pengurus dengan Muhammad Rofiqul Umam (Purna Ketua II IQMA UINSA Surabaya) sebagai Ketua, Ehsan Hidayat (Purna Ketua JQH El Fahsya UIN Walsong Semarang) sebagai Sekretaris dan Abdul Kosim Nurseha sebagai bendahara dengan pembagian tugas-tugas tertentu untuk para Ketua yang lain.

Tindak lanjut dari pertemuan itu adalah sekarang, 2017 diadakan kembali pertemuan AMSI Nusantara, dan alhamdulillah mampu tercapai target2 yang ada. Selain itu juga Muhammad Rofiqul Umam menyerahkan kepemimpinan kepada Dede Tarlan (Ketua UPTQ UIN SGD Bandung) sebagai Ketua dan Zukarnaen Lana S. (Ketua HIQMA UIN Syahid Jakarta) sebagai Sekretaris, serta beberapa Ketua yang ditugasi sebagai koordinator di 6 (enam) wilayah, yaitu Sumatra, Jawa bagian Barat, Jawab bagian tengah, Jawa bagian timur dan Bali, Sulawesi dan Kalantan, serta Indonesia bagian timur.

Tarlan menuturkan, semoga AMSI Nusantara ini bisa menjadi wadah silaturahmi dan saling berbagi untuk mahasiswa wawasan Alquran dan seni islami nusantara. Selain itu, hidupnya organisasi adalah karena adanya kegiatan, untuk itu semoga AMSI dapat mempunyai agenda pertemuan setahun sekali, seperti muktamar dan kemah AMSI. Inilah yang bisa kita komitmenkan untuk masa-masa pendirian AMSI Nusantara ini, selain Pengurus juga akan mengusahakan akan kepada apa AMSI Nusantara ini bernaung. semoga istikamah.


Leave a Reply